jump to navigation

Sejarah Radio di Indonesia

http://duniaradio.blogspot.com

Sejarah Radio di Indonesia

Selain sejarah penemuan dan inovasi dunia radio, saya juga tertarik untuk mengumpulkan beberapa materi dari berbagai sumber tentang sejarah radio di Indonesia. Mulai dari Radio Pemerintah, Radio Swasta hingga Amatir Radio yang berkembang di Indonesia.

Radio Republik Indonesia.

Melalui situsnya dijelaskan bahwa RRI atau Radio Republik Indonesia secara resmi didirikan pada tanggal 11 September 1945, oleh para tokoh yang sebelumnya aktif mengoperasikan beberapa stasiun radio Jepang di 6 kota. Rapat utusan 6 radio di rumah Adang Kadarusman, Jalan Menteng Dalam, Jakarta, menghasilkan keputusan mendirikan Radio Republik Indonesia dengan memilih Dokter Abdulrahman Saleh sebagai pemimpin umum RRI yang pertama. Rapat tersebut juga menghasilkan suatu deklarasi yang terkenal dengan sebutan Piagam 11 September 1945, yang berisi 3 butir komitmen tugas dan fungsi RRI yang kemudian dikenal dengan Tri Prasetya RRI.

Penghapusan Departemen Penerangan oleh Pemerintah Presiden Abdurahman Wahid dijadikan momentum dari sebuah proses perubahan government owned radio ke arah Public Service Boradcasting dengan didasari Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 2000 yang ditandatangani Presiden RI tanggal 7 Juni 2000.

Saat ini RRI memiliki 52 stasiun penyiaran dan stasiun penyiaran khusus yang ditujukan ke Luar Negeri dengan didukung oleh 8500 karyawan.

Kecuali di Jakarta, RRI di daerah hampir seluruhnya menyelenggarakan siaran dalam 3 program yaitu Programa daerah yang melayani segmen masyarakat yang luas sampai pedesaan, Programa Kota (Pro II) yang melayani masyarakat di perkotaan dan Programa III (Pro III) yang menyajikan Berita dan Informasi (News Chanel) kepada masyarakat luas. Di Stasiun Cabang Utama Jakarta terdapat 6 programa yaitu programa I untuk pendengar di Propinsi DKI Jakarta Usia Dewasa, Programa II untuk segment pendengar remaja dan pemuda di Jakarta, Programa III khusus berita dan Informasi, Programa IV Kebudayaan, Programa V untuk saluran Pendidikan dan Programa VI Musik Klasik dan Bahasa Asing. Sedangkan “Suara Indonesia” (Voice of Indonesia) menyelenggarakan siaran dalam 10 bahasa.

Sekilas Sejarah Amatir Radio di Indonesia

Kegiatan Amatir radio merupakan kegiatan orang-orang yang mempunyai hobby dalam bidang tehnik transmisi radio dan elektronika, kegiatan ini disahkan, diatur dan diawasi secara global baik oleh Badan-badan telekomunikasi international seperti ITU dan IARU maupun oleh badan telekomunikasi nasional disetiap negara. Oleh karena itu dalam melakukan kegiatannya mereka mempunyai dan berlandaskan KODE ETIK AMATIR RADIO.

Kegiatan amatir radio di Indonesia dimulai pada tahun 1930-an ketika Indonesia masih dalam jajahan Belanda atau Hindia Belanda. Sangat sedikit orang yang dipercaya oleh kekuasaan untuk memiliki izin amatir radio saat itu. Dua diantara mereka yang disebut-sebut sebagai pelopor adalah : Rubin Kain (YB1KW) yang izinnya didapat tahun 1932. Beliau telah meninggal pada tahun 1981. Yang kedua adalah B. Zulkarnaen (YB0AU) yang izinnya didapat pada tahun 1933. Beliau juga telah meninggal pada tahun 1984.

Semua aktifitas amatir radio dihentikan pada saat pendudukan Jepan dan Perang Dunia II, namun ada dari sebagian mereka yang tetap nekat beroperasi dibawah tanah untuk kepentingan Revolusi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tahun 1945, proklamasi kemerdekaan RI disiarkan ke seluruh dunia dengan menggunakan sebuah pemancar radio revolusioner yang dibuat sendiri oleh seorang amatir radio yang bernama Gunawan (YB0BD). Jasa YBoBD ini diakui oleh Pemerintah dan sebagai penghargaannya, pemancar radio buatan Gunawan tersebut di simpan di Museum Nasional Indonesia.

Selanjutnya, kegiatan amatir radio diselenggarakan kembali pada tahun 1945 sampai dengan 1949. Namun karena alasan keamanan dalam negeri, pada tahun 1950, pemerintah melarang kegiatan amatir radio hingga tahun 1967. Landasan pelarang itu adalah Undang-undang No. 5/1964 yang menegaskan hukuman yang sangat berat bagi mereka yang memiliki pemancar radio tanpa izin.

Pada tahun 1966, amatir radio memperjuangkan kepentingannya kepada pemerintah agar amatir radio dapat diselenggarakan kembali di Indonesia. Akhirnya, dengan Peraturan Pemerintah No. 21/1967, pemerintah mengizinkan kembali kegiatan amatir radio.

Melalui Konferensi Amatior Radio yang pertama pada tgl. 9 Juli 1969 di Jakarta, didirikan organisasi yang bernama Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI). Pada Munas ORARI tahun 1977, nama organisasi dirubah menjadi Organisasi Amatir Radio Indonesia dengan singkatan yang sama hingga sekerang.

Terbentuknya ORARI dapat dikatakan berawal di Jakarta dan Jawa Barat atau pulau Jawa pada umumnya dan diprakarsai oleh kegiatan aksi mahasiwa , pelajar dan kaum muda, diawal tahun 1965 sekelompok mahasiwa publistik yang tergabung dalam wadah KAMI membentuk radio siaran perjuangan bernama Radio Ampera, mulai saat itu juga bermunculanlah radio siaran lainya seperti Radio Fakultas Tehnik UI, Radio Angkatan Muda, Kayu Manis, Draba, dll.

Sudah tentu semua radio siaran itu merupakan siaran yang tak memiliki izin alias Radio gelap. Sadar karena semakin banyaknya radio siaran bermunculan yang memerlukan suatu koordinasi demi tercapainya perjuangan ORBA maka dibentuklah pada tahun 1966 oleh para mahasiwa suatu wadah yang diberi nama PARD (Persatuan Radio Amatir Djakarta) diantaranya terdapat nama-nama koordinatornya seperti Willy A Karamoy. Ismet Hadad, Rusdi Saleh, dll.

Di Bandung juga terbentuk PARB. Bagi anggota yang hanya berminat dalam bidang teknik wajib menempuh ujian tehnik dan bagi kelompok radio siaran disamping perlu adanya tehnisi yang telah di uji juga wajib menempuh ujian tehnik siaran dan publisistik. Setelah itu kesemuanya diberi callsign menggunakan prefix X, kode area 1 s/d 11 dan suffix 2 huruf sedangkan huruf suffix pertamanya mengidentifikasikan tingkat keterampilannya A s/d F seperti X6AM, X11CB dsb sedangkan untuk radio siaran diberi suffix 3 huruf.

Pada mulanya PARD merupakan wadah bagi para amatir radio dan sekaligus radio siaran . Sehingga pada saat itu secara salah masyarakat mengidentikan Radio amatir sebagai radio siaran non RRI. Karena adanya tingkatan keterampilan, PARD saat itu juga menyelenggarakan ujian kenaikan tingkat. Disamping itu terdapat juga para Amatir era 1945-1952 yang tergabung dalam PARI (Persatoean Amatir Repoeblik Indonesia 1950), diantaranya terdapat nama – nama , Soehodo †. (YBØAB), Dick Tamimi †. (YBØAC), Soehindrio (YBØAD), Agus Amanto † (YBØAE), B. Zulkarnaen †. (YBØAU), Koentojo † (YBØAV) dll. Diantara mereka ternyata ada juga yang menjadi anggota PARD seperti, (YBØAE) dan (YBØAU).

Radio Siaran Swasta

PRSSNI sebagai wadah organisasi radio swasta di Indonesia menuliskan bahwa keberadaan radio siaran di Indonesia, mempunyai hubungan erat dengan sejarah perjuangan bangsa, baik semasa penjajahan, masa perjuangan proklamasi kemerdekaan, maupun didalam dinamika perjalanan bangsa memperjuangkan kehidupan masyarakat yang demokratis, adil dan berkemakmuran.

Di zaman Penjajahan Belanda, radio siaran swasta yang dikelola warga asing menyiarkan program untuk kepentingan dagang, sedangkan radio siaran swasta yang dikelola pribumi menyiarkan program untuk memajukan kesenian, kebudayaan, disamping kepentingan pergerakan semangat kebangsaan. Ketika pendudukan Jepang tahun 1942, semua stasiun radio siaran dikuasai oleh pemerintah, programnya diarahkan pada propaganda perang Asia Timur Raya. Tapi setelah Jepang menyerah kepada Sekutu 14 Agustus 1945 para angkasawan pejuang menguasai Radio Siaran sehingga dapat mengumandangkan Teks Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 ke seluruh dunia. Selanjutnya sejak proklamasi kemerdekaan RI sampai akhir masa pemerintahan Orde Lama tahun 1965, Radio Siaran hanya diselenggarakan oleh Pemerintah, dalam hal ini Radio Republik Indonesia atau RRI.

Secara defacto Radio siaran swasta nasional Indonesia tumbuh sebagai perkembangan profesionalisme “radio amatir” yang dimotori kaum muda diawal Orde baru tahun 1966; secara yuridis keberadaan radio siaran swasta diakui, dengan prasyarat, penyelenggaranya ber-Badan Hukum dan dapat menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Pemerintah RI nomor 55 tahun 1970 tentang Radio Siaran Non Pemerintah, yang mengatur fungsi, hak, kewajiban dan tanggungjawab radio siaran, syarat-syarat penyelenggaraan, perizinan serta pengawasannya.

Hingga saat ini, saya mengamati perkembangan radio swasta semakin membaik, apalagi setelah jatuhnya Orde Baru pada tahun 1998. Terima kasih reformasi, karena sekarang saya dapat mendengarkan berita-berita aktual setiap saat melalui siaran radio swasta yang lebih kredibel. Kita tidak lagi terpasung mendengarkan berita pada jam-jam tertentu. Itu satu hal yang positif, bagaimana industri melihat peluang yang ada pada saat bergulirnya reformasi.

Advertisements

Comments»

1. MOH MUJIB - 2 May 2009

Dalam rangka mensikapi Ungkapan dan perkataan Ketua Umum / Ajaraham Dewan Pengurus Pusat Kontak Budaya Komunikasi Indonesia (DPP KOBUKI) Bapak Prof.DR.Nanang Hariadi atau yang biasa di sebut dengan Panggilan “Gus Har”, yang berbunyi :Bahwa Politik dibutuhkan untuk mengatur masyarakat dan moral dibutuhkan untuk menilai baik baik buruknya atau benar salahnya setiap tindakan dan perkataan anggota masyarakat, maka politik dan moral itu tidak dapat dipisahkan ,agar pengaturan itu sesuai moral yang diterima masyarakat ‘ (Madura 18 April 2009 ) Oleh karena itu kami selaku Jajaran Pelaksana Harian Dewan Pengurus Cabang Kontak Budaya Komunikasi Indonesia Kabupaten Bangkalan (DPC KOBUKI KAB BANGKALAN ) dalam mencermati perkembangan masyarakat Indonesia yang sekarang ini , dalam berpolitik kurang mengedepankan moral sekaligus menjadikan Idiologi liberalisme dan kapitalisme sebagai Panglima Politknya itu sendiri , maka kami merasa terpanggil untuk meluruskan jalan percaturan politik yang baik dan benar, termasuk untuk ikut mensosialisasikan moralitas dalam berpolitik yang sesuai dengan Idiologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 . Berangkat dari sinilah kami segenap komponen bangsa yang tergabung dalam wadah Kobuki ingin turut serta dalam berpartisipati untuk menyukseskan jalannya Pemilihan Presiden Republik Indonesia periode tahun 2009-2014 mendatang , yang akan dilaksanakan pada tahun 2009 sekarang ini. Dalam wujud nyatanya kami mengkaji dan mencermati setiap tokoh Nasional kita yang akan berkompetitif dalam kanca Politik PILPRES untuk merebut dan menduduki Kursi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 2009-2014 mendatang. Dari sekian banyaknya kandidat Presiden dan Wakil Presiden RI yang memenuhi kreteria moralitas sebagaimana yang kami maksud di atas ternyata ada dua Tokoh Nasional yang layak untuk kita dudukan untuk memimpin Bangsa Indonesia kedepan nanti , Beliau adalah Bapak Drs .Moh.Yusuf Kalla. dan Bapak. Jendral (Purn) H Wiranto SH Oleh karena itu sesuai dengan aspirasi masyarakat dan Jajaran Pelaksana Harian DPC KOBUKI Kabupaten Bangkalan dan sekitarnya dengan membaca Bissmillahirrahmanirrahim kami mengeluarkan pernyataan sikap :
1) MENDUKUNG DAN MENCALONKAN BAPAK DRS H. MOH YUSUF KALLA. UNTUK MENJADI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERIODE TAHUN 2009-2014 MENDATANG.
2) MENDUKUNG DAN MENCALONKAN BAPAK JENDRAL (PURN) H WIRANTO SH UNTUK MENJADI WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERIODE TAHUN 2009-2014 MENDATANG.
3) MENGHIMBAU KEPADA SEGENAP MASYARAKAT BANGKALAN DAN PENGURUS ,KADER, ANGGOTA DAN SIMPATISAN KOBUKI UNTUK MENDUKUNG DAN MENCALONKAN PASANGAN PRESIDEN BAPAK DRS H. MOH YUSUF KALLA DAN JENDRAL (PURN) H WIRANTO SH UNTUK MENJADI PASANGAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN RI PERIODE TAHUN 2009-2014 MENDATANG.
4) MENDUKUNG DAN MENCALONKAN GUS HAR KETUA UMUM DPP KOBUKI UNTUK DIANGKAT MENJADI MENTERI AGAMA RI PERIODE TAHUN 2009-2014 ,SEKALIGUS MENGHIMBAU KEPADA BAPAK PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN SEBAGAIMANA YANG KAMI DUKUNG UNTUK MENGANGKAT KETUA UMUM KAMI YAITU GUS HAR AGAR DI JADIKAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA PERIODE TAHUN 2009-2014 SEKALIGUS MEMBANTU BAPAK SELAKU PRESIDEN TERPILIH NANTI ,DALAM MEMIIMPIN BANGSA INDONESIA KEDEPAN .
5) MENGHIMBAU KEPADA SEGENAP MASYAKAT MADURA DAN KADER KOBUKI UNTUK TURUT SERTA MENDUKUNG PERNYATAAN SIKAP INI SEKALIGUS TURUT SERTA MENYEBARLUASKAN PERNYATAAN SIKAP INI.
Demikian Himbauan kami sampaikan untuk disebarluaskan kepada segenap masyarakat dan komponen bangsa yang ada dikabupaten Bangkalan sekaligus masyarakat madura dimana saja berada . selamat berjuang “ MARI KITA MENANGKAN Pasangan Pak Yusuf kala dan PakWiranto untuk memimpin Negeri ini agar makmur dan sejakhtera , sebagaimana tujuan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 Merdeka !!!!
Bangkalan 8 Mei 2009
DEWAN PENGURUS CABANG
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
KABUPATEN BANGKALAN
(DPC KOBUKI KAB BANGKALAN)

MOH MUJIB H . ROMLI
KANSELIR DPC KOBUKI SEKRETARIS DPC KOBUKI
HP 031-7791476 HP 085852614163

2. Radio TSM - 5 June 2009

Waduh Bung, terimakasih sudah mampir. Tapi Blog ini tidak untuk kampanye salah satu Capres lo. Salut untuk kerja keras kelompok pendukung salah satu Capres-Cawapres, tapi sekali lagi, Blog ini tidak perpihak kepada salah satupun.

Salam,
Radio TSM

3. Bram - 7 December 2009

tulisannya luar biasa informatif terima kasih

4. cqradio - 30 March 2010

blognya bagus mas, bisa menambah pengetahuan saya. kebetulan hobbyku juga radio siaran. kecil kecilan membangun bersama rekan rekan. salam broadcasting….

5. Adin - 11 April 2011

Aku suka di dunia broadcasting, kbtulan juga jurusn qu itu, tp ak bingung, knp gak ada orang yang mau rekrut aku jdi salahsatu rekan dalam pengembangan radio siaran ya?
kalo ada yang mau rekrut aku datengin ini aja yah….!
aarsudin@yahoo.co.id


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: